pemrograman web fullstack
<p>pemrograman web fullstack</p>
pemrograman web fullstack bagian 1
Langkah 1 dari 1
BAB 1 – Pengenalan Pemrograman Web Fullstack
Apa itu Pemrograman Web Fullstack?
Pada materi sebelumnya, kita telah mempelajari Pemrograman Web Statis, yaitu pembuatan website menggunakan HTML, CSS, dan JavaScript. Ketiga teknologi tersebut berfungsi untuk membangun tampilan website agar menarik, responsif, dan interaktif di sisi pengguna (client-side).
Namun, website statis memiliki keterbatasan. Data yang ditampilkan bersifat tetap sehingga setiap perubahan harus dilakukan langsung pada kode program. Website statis juga belum mampu menyimpan data pengguna, melakukan proses login, mengelola database, maupun menghasilkan halaman secara otomatis.
Oleh karena itu, pada mata pelajaran Pemrograman Web Fullstack, kita akan mempelajari bagaimana mengembangkan website menjadi website dinamis.
Pemrograman Web Fullstack adalah proses membangun aplikasi web secara menyeluruh, mulai dari Frontend (tampilan yang dilihat pengguna) hingga Backend (proses yang berjalan di server). Pada materi ini, kita akan menambahkan bahasa pemrograman PHP sebagai bahasa pemrograman sisi server (server-side programming).
PHP memungkinkan website untuk:
Mengolah data yang dikirim dari pengguna.
Berkomunikasi dengan database.
Menampilkan data secara dinamis.
Membuat sistem login dan registrasi.
Mengelola data melalui proses CRUD (Create, Read, Update, Delete).
Dengan demikian, website tidak lagi hanya menampilkan informasi, tetapi juga mampu menjadi sebuah aplikasi web yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti sistem perpustakaan, toko online, sistem absensi, manajemen sekolah, hingga media sosial.
Perbedaan Pemrograman Web Statis dan Fullstack
Pemrograman Web Statis
Pemrograman Web Fullstack
Menggunakan HTML, CSS, dan JavaScript
Menggunakan HTML, CSS, JavaScript, serta PHP
Halaman bersifat tetap
Halaman dapat dibuat secara dinamis
Tidak menggunakan database
Terhubung dengan database
Tidak dapat menyimpan data pengguna
Dapat menyimpan dan mengelola data
Berjalan di browser
Berjalan di browser dan server
Teknologi yang Akan Dipelajari
Selama pembelajaran Pemrograman Web Fullstack, peserta didik akan mempelajari beberapa teknologi berikut.
HTML sebagai struktur halaman web.
CSS untuk mempercantik tampilan website.
JavaScript untuk membuat interaksi pada halaman web.
PHP sebagai bahasa pemrograman backend.
MySQL sebagai sistem manajemen basis data.
Laravel sebagai framework PHP untuk membangun aplikasi web modern.
Git dan GitHub sebagai alat pengelolaan versi kode.
REST API untuk komunikasi data antara frontend dan backend.
Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari bab ini, peserta didik diharapkan mampu:
Menjelaskan konsep Pemrograman Web Fullstack.
Membedakan website statis dan website dinamis.
Menjelaskan peran frontend dan backend dalam sebuah aplikasi web.
Memahami fungsi PHP sebagai bahasa pemrograman sisi server.
Menjelaskan alur kerja sederhana aplikasi web fullstack.
Selamat! Tutorial Selesai
Anda telah menyelesaikan semua langkah dalam tutorial "pemrograman web fullstack". Terus berlatih!