Kalau di kelas 1 kita belajar tentang website statis—yang isinya tetap, nggak berubah walau dibuka berkali-kali—maka sekarang kita naik level ke website dinamis.
Website dinamis itu seperti situs yang hidup. Isinya bisa berubah tergantung siapa yang buka, kapan dibuka, atau apa yang dilakukan pengunjungnya. Contohnya:
Saat kamu login ke Instagram, tampilannya beda dari orang lain.
Ketika kamu nambah barang ke keranjang di toko online, datanya langsung tersimpan.
Kalau kamu komentar di forum, halaman itu langsung berubah dengan komentar barumu.
Jadi website dinamis bukan cuma tampilan, tapi juga punya logika, data, dan interaksi.
Biasanya dibuat dengan dua bagian utama:
Frontend → tampilan yang dilihat pengguna (HTML, CSS, JavaScript).
Backend → bagian di balik layar yang ngatur data dan logika (PHP, Node.js, Python, dsb).
Dan yang paling seru, kita akan mulai menghubungkan website dengan database, biar datanya bisa disimpan dan diolah otomatis.